BANTAENG — Kabar membanggakan datang dari Sulawesi Selatan. Dua putra Sulsel berhasil menembus 50 besar DPD RI Awards 2026 pada bidang Ketahanan Pangan, kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan.
Prestasi tersebut diraih Abd. Karim, S.Pd, Kepala Tata Usaha UPT Balai Benih Tanaman Pangan Kabupaten Bantaeng, melalui inovasi A’Lamung Bine (Adaptasi Layanan Mandiri Benih Unggul Berbasis Teknologi).
Inovasi A’Lamung Bine menawarkan layanan perbenihan berbasis teknologi untuk memudahkan akses masyarakat terhadap benih unggul serta mendorong kemandirian petani dan desa dalam mendukung ketahanan pangan.
A’Lamung Bine melalui layanan berbasis teknologi, inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan benih unggul, tetapi juga berupaya membangun ekosistem pelayanan perbenihan yang lebih mudah diakses, efektif, dan mendukung kebutuhan petani.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat “sebutir benih, seribu harapan”, bahwa benih bukan sekadar sarana produksi, tetapi menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan.
Sementara itu, putra SulSel lainnya, H. Syaharuddin Alrif, Ph.D, yang menjabat sebagai Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), melalui Program dan Inovasi Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang.
Sidrap selama ini dikenal sebagai salah satu daerah sentra pertanian di Sulawesi Selatan. Berbagai program ketahanan pangan daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Capaian keduanya menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari daerah Sulawesi Selatan mampu bersaing dalam ajang tingkat nasional, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat.
Dari Bantaeng melalui Inovasi A’Lamung Bine hingga Sidrap dengan Program Inovasi Ketahanan Pangan, dua putra Sulsel membawa semangat yang sama: menghadirkan solusi nyata untuk memperkuat pangan dari daerah untuk Indonesia.