Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Bantaeng menggelar kegiatan Evaluasi Kinerja Semester Pertama tahun 2026 pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program peternakan dan kesehatan hewan telah berjalan sesuai target, sekaligus untuk mendorong optimalisasi peningkatan kualitas layanan reproduksi ternak, inseminasi buatan, pelaporan kebuntingan, kelahiran dan pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku pada semester kedua 2026.
Kasman selaku Kabid Peternakan memaparkan capaian Bantaeng untuk Inseminasi Buatan per 13 Juli 2026 telah mencapai 586 pelaporan dengan jumlah akseptor sebanyak 525 ekor, Beliau memberikan apresiasi atas semangat para petugas yang solid memberikan pelayanan maksimal di tengah kondisi efesiensi anggaran dan keterbatasan penyediaan bibit ternak.
Hasil monitoring evaluasi Dinas Peternakan Provinsi pekan lalu menunjukkan bahwa untuk sementara Kabupaten Bantaeng menduduki urutan pertama dalam pelaporan realisasi IB (melalui Gform) dibanding kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan. Meski begitu, Kasman menyampaikan bahwa petugas tidak boleh berpuas hati dan harus memaksimalkan pelaporan kegiatan optimalisasi reproduksi lainnya mengingat indikator keberhasilan dari program inseminasi buatan adalah persentase kebuntingan dan kelahiran.
Pada kesempatan tersebut Ia menunjukkan sikap optimis bahwa capaian target 100% pada akhir tahun dapat dicapai dengan adanya inovasi SI-STRAW. SI-STRAW (Sistem Informasi Distribusi Straw Terintegrasi dan Real Time) merupakan bentuk transformasi pelayanan distribusi straw dari sistem manual menuju sistem digital.
Pengelolaan distribusi straw yang sebelumnya masih dilakukan secara manual, baik dari sisi permintaan, pencatatan, maupun pelaporan menimbulkan berbagai kendala pelayanan sehingga diperlukan sebuah inovasi digital yang mampu mengintegrasikan seluruh proses distribusi tersebut secara real time.
Selama semester I 2026, SI-STRAW telah mendistribusikan total 460 dosis straw dengan total persentase pelaporan mencapai 100%. Digitalisasi proses permintaan dan persetujuan straw telah memangkas waktu pelayanan yang sebelumnya bergantung pada kehadiran fisik atau komunikasi telepon, sekaligus meningkatkan akurasi pencatatan dan akuntabilitas seluruh transaksi distribusi straw yang berujung pada peningkatan keberhasilan program reproduksi ternak di Kabupaten Bantaeng.