Perum Bulog Bantaeng menyalurkan 6,5 ton atau 6.500 kilogram jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung tahap pertama pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Program pemerintah tersebut ditujukan membantu peternak mandiri memperoleh bahan baku pakan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam.
Program SPHP Jagung diselenggarakan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional bersama Perum BULOG. Sasaran utamanya yaitu peternak skala mikro, kecil dan menengah yang menghadapi tekanan biaya produksi akibat fluktuasi harga pakan.
Sebanyak 6 peternak di Kecamatan Tompobulu mendapatkan bantuan pasokan jagung dengan estimasi kebutuhan sebanyak 28,8 ton setiap bulannya. Adapun penerima program terdiri atas 2 peternak Banyorang, 1 peternak Lembang Gantarangkeke, 2 peternak Campaga dan 1 peternak Bonto-Bontoa.
Dalam pelaksanaannya, BULOG menyalurkan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) melalui koperasi, asosiasi, maupun langsung kepada peternak mandiri. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, termasuk menghindari daerah yang sedang memasuki panen raya.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar program bantuan pakan tidak menekan harga jagung hasil produksi petani lokal. Dengan demikian, SPHP Jagung diharapkan mampu menjaga keseimbangan kepentingan peternak unggas sebagai pengguna dan petani jagung sebagai produsen.
Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu peternak memenuhi kebutuhan pakan, menjaga kesinambungan produksi, serta mendukung keberlangsungan usaha peternakan serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan asal unggas di kabupaten Bantaeng.