BANTAENG - Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Bantaeng menggelar kegiatan Evaluasi Kinerja Triwulan III tahun 2026 pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh petugas inseminator dari berbagai wilayah di Bantaeng, pengawas bibit ternak, paramedis, serta seluruh staff (baik PNS maupun PPPK) dengan tujuan untuk memastikan pelaksanaan program peternakan dan kesehatan hewan telah berjalan sesuai target, sekaligus untuk mengoptimalkan peningkatan kualitas layanan reproduksi ternak, inseminasi buatan, pelaporan kebuntingan, kelahiran, dan pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku menjelang akhir tahun.
Capaian program Optimalisasi Reproduksi (OpRe) kabupaten Bantaeng per 20 September 2026 telah mencapai realisasi IB sebanyak 947 dosis, 828 ekor akseptor, 99 kegiatan Pemeriksaan Kebuntingan (PKb) dan 158 ekor kelahiran. Capaian ini meningkat pesat dibanding realisasi sepanjang 2025 yang hanya 500 dosis kegiatan IB, 346 akseptor, dan 31 ekor kelahiran. Meski begitu dibutuhkan upaya dan langkah strategis untuk memaksimalkan kinerja petugas untuk mencapai target 560 PKb dan 504 kelahiran di akhir tahun.
Kepala Bidang Peternakan, H. Kasman S.P., M.Si. memaparkan bahwa tanpa disadari peternakan menjadi salah satu penopang perekonomian petani di tengah kondisi iklim dan penurunan produksi sejumlah komoditas pertanian saat ini, “Jika dinilai kelahiran ternak sapi selama 2026 ini sebanyak 158 ekor, dengan kalkukasi harga anak sapi per ekor 5juta, maka pendapatan peternak di Bantaeng mendekati 1 Miliar dari kelahiran saja, itupun belum semua kelahiran pedet mampu kita himpun pelaporannya”. Di saat pendapatan petani menurun karena gagal panen akibat El Nino, mereka bisa menjual ternaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup termasuk membayar biaya sekolah anak.
Pada kesempatan yang berlangsung santai namun serius tersebut, petugas inseminator diberi kesempatan untuk menyampaikan hambatan dan masalah yang mereka temui selama berada di lapangan. Diskusi dilakukan secara terbuka untuk mendengarkan saran maupun harapan-harapan petugas untuk peningkatan kinerja ke depannya.
Pada akhir kegiatan, Kasman menekankan kepada petugas inseminator pentingnya mengetahui jumlah akseptor di setiap wilayah kerja sebagai dasar acuan pengambilan kebijakan sektor peternakan di tahun 2027. “Pelaporan kegiatan reproduksi ternak secara akurat dan faktual menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Peternakan Provinsi dalam pendistribusian bahan pendukung kegiatan IB seperti bibit ternak dan nitrogen cair, selain itu dukungan pendanaan melalui anggaran daerah akan terus diupayakan selama petugas mampu menunjukkan bukti keberhasilan kegiatan selama di lapangan” tambahnya.
Bidang Peternakan sedang berupaya merancang berbagai program untuk mendongkrak sektor peternakan di kabupaten Bantaeng antara lain: subsidi kelahiran ternak, kelayakan sarana IB melalui pengadaan IB gun dan kontainer lapangan, vaksinasi PMK tahap IV sebanyak 1.550 dosis, serta pelaksanaan kontes ternak untuk merangsang gairah masyarakat dalam beternak yang rencananya akan dilaksanakan di penghujung tahun.