BANTAENG β Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng dan akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk melakukan monitoring intensif terhadap pertanaman padi genjah di beberapa wilayah Penangkar. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan keberhasilan program penangkaran benih kerja sama yang saat ini sedang memasuki fase krusial pertumbuhan.Rabu 01/07/2026 Pemantauan lapangan ini menyasar sejumlah kelompok tani yang tersebar di tiga wilayah, yakni Kecamatan Tompobulu, Kecamatan Gantarangkeke, dan Kecamatan Pa'jukukang.
Hadir langsung dalam tim monitoring tersebut, pakar pemuliaan tanaman Unhas, Dr. Muhammad Fuad Anshori, SP., M.Si., bersama tenaga ahli pertanian, Hj. Maemunah, SP. Dari jajaran birokrasi dan teknis, hadir Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Bantaeng, Nur Reskiyawati, SP., M.Si., didampingi Pengawas Benih dan Tanaman, Yuli Dwiwiyanti, SP., MM., serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat.
rata-rata usia tanaman padi genjah di lokasi penangkaran saat ini berkisar antara 25 hingga 30 hari setelah tanam (HST). Fase vegetatif ini dikenal sangat krusial sekaligus rentan terhadap serangan berbagai hama tanaman.
Menyikapi kondisi tersebut, kunjungan ini tidak hanya berfokus pada peninjauan fisik, tetapi juga diisi dengan ruang dialog dan edukasi bersama para petani penangkar.
"Usia 25-30 hari ini adalah masa di mana tanaman sangat menarik bagi hama penyerang. Oleh karena itu, pencegahan dini jauh lebih utama daripada mengobati saat sudah terjadi kerusakan," ujar tim ahli di sela-sela diskusi kelompok.
Para petani diberikan pemahaman mendalam mengenai strategi pencegahan hama secara terpadu, mulai dari pengamatan berkala (monitoring mandiri), pemanfaatan agen hayati, hingga manajemen sanitasi lingkungan sawah agar memutus siklus hidup organisme pengganggu tanaman (OPT).
Program penangkaran yang melibatkan kemitraan strategis antara kelompok tani, Dinas Pertanian Bantaeng, dan Unhas ini ditargetkan mampu menghasilkan benih padi genjah berkualitas tinggi yang adaptif dengan kondisi iklim lokal.
Melalui pendampingan ketat dari para pakar dan pengawas benih sejak dini, diharapkan potensi gagal panen akibat serangan hama dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus menjamin kemurnian varietas benih yang dihasilkan nantinya untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bantaeng.