BANTAENG β Musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bantaeng kini menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian, khususnya tanaman padi. Merespons kondisi tersebut, tim gabungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng bersama Pemerintah Kecamatan Pajukukang bergerak cepat melakukan monitoring langsung ke areal persawahan yang mulai terdampak kekeringan pada Senin (20/7/2026) Peninjauan lapangan ini dipusatkan di dua titik krusial, yakni Desa Nipa-Nipa dan Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang. Langkah ini diambil untuk melihat sejauh mana dampak penurunan debit air terhadap kelangsungan masa tanam petani setempat.
Hadir langsung dalam monitoring tersebut, Camat Pajukukang, Darmawati Hasan, SE., M.M., menegaskan bahwa pemerintah kecamatan menaruh perhatian besar pada keluhan para petani. Pihaknya berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan instansi teknis agar dampak kekeringan tidak meluas hingga memicu gagal panen.
Dalam kunjungan ini, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Nur Reskiyawati, SP, M.Si, menjelaskan bahwa pemantauan dini sangat penting untuk memetakan wilayah mana saja yang mulai mengalami kekeringan.
Tenaga Ahli Pertanian, Hj. Maemunah, SP, memberikan pandangan teknis mengenai kondisi tanaman padi warga. Menurutnya, fase pertumbuhan padi saat ini sangat sensitif terhadap ketersediaan air. Ia menyarankan para petani untuk menerapkan manajemen air intermittent (berselang) jika pasokan air sangat terbatas, serta mengutamakan penyelamatan lahan yang sudah memasuki fase generatif.
Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pajukukang, Rezal Muhabib Saleh, SP, memastikan seluruh penyuluh pertanian di wilayahnya akan tetap bersiaga mendampingi kelompok tani.
"Kami di BPP Pajukukang akan terus mengawal dan memonitor pergerakan debit air setiap hari. Sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah kecamatan sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini," kata Rezal.
Kunjungan kerja ini diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi masyarakat terkhusus para petani, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mengantisipasi ancaman krisis pangan akibat perubahan cuaca ekstrem di Kabupaten Bantaeng.