BANTAENG – Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus memperkuat langkahnya untuk menjadikan daerah ini sebagai kabupaten benih berbasis teknologi, khususnya melalui kolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas).
Senin, 21 Juli 2025, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin melakukan penanaman benih jagung unggul bernama Jagung Jago Unhas (JJUH) pada lahan Kelompok Tani Assamaturu di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa. Kegiatan ini merupakan bagian dari demonstration plot (demplot) untuk menunjukkan kesiapan benih unggul tersebut untuk diproduksi secara massif bagi petani di wilayah Bantaeng.
Bupati Uji Nurdin mengatakan benih JJUH memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibanding varietas biasa. Satu hektar tanaman ini biasanya menghasilkan 7–8 ton jagung, namun dengan varietas JJUH hasil panennya bisa mencapai 13 ton bahkan lebih. Selain itu, jagung ini dapat ditanam di berbagai kondisi lahan, baik dataran rendah maupun tinggi.
Menurut Bupati, kerja sama dengan Unhas juga ditujukan untuk mengembalikan kejayaan pertanian Bantaeng seperti pada masa pemerintahan sebelumnya, sehingga produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin kuat.
Sementara itu, Ketua Tim Pendamping dari Fakultas Pertanian Unhas, Prof. Muh. Azrai, menyatakan komitmennya untuk mendukung program Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis teknologi. Ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan petani untuk menghasilkan benih berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong inovasi pengembangan varietas lokal yang lebih unggul.