Barua, 7/1/2026 — Cabai dikenal sebagai komoditas yang penuh resiko. Harga bisa melonjak, namun tak jarang pula anjlok. Cuaca tak menentu dan serangan hama menjadi ancaman setiap saat. Namun semua itu tidak membuat Pak Yunus, petani asal Landang, Desa Barua, Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng mundur selangkah pun dari ladangnya.
Sebagai ketua kelompok tani, Pak Yunus tidak hanya fokus pada keberhasilan lahannya sendiri. Dalam kegiatan bertaninya, Pak Yunus memilih menanam cabai Hybrida jenis Djitu, yang di kenal memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan yang baik jika dibudidayakan dengan teknik yang tepat. Ia memilih juga menjadi penggerak dan teladan bagi anggota Kelompok Tani Sapana dalam mengelola usahatani Cabai secara lebih terarah dan berkelanjutan. Hingga saat ini, Pak Yunus telah tiga kali menanam Cabai, dan setiap musim tanam di manfaatkan sebagai bahan evaluasi dan meningkatkan produktivitas.
Keberhasilan yang dicapai tidak lepas dari pendampingan aktif Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan tersebut meliputi pengolahan lahan, pemilihan benih unggul, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama penyakit tanaman sesuai anjuran teknis.
Bertani cabai memang penuh tantangan, tapi dengan kebersamaan anggota kelompok dan bimbingan penyuluh, kami lebih percaya diri untuk terus mencoba,'' ujar pak yunus.
Kisah Pak Yunus menjadi bukti bahwa kepemimpinan di tingkat kelompok tani memiliki peran penting dalam mendorong semangat dan keberanian petani menghadapi resiko usahatani, dan penyuluh pertanian menjadi kunci dalam memperkuat katahanan sektor pertanian.
Dari lahan pertanian di landang Desa Barua, Pak Yunus bersama kelompok tani Sapana terus menanam harapan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, demi pertanian yang lebih maju dan berdaya saing.