
BANTAENG – Upaya meningkatkan nilai tambah sektor pertanian di Kabupaten Bantaeng terus dipacu melalui kolaborasi strategis antara akademisi dan birokrat. Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng untuk mengoptimalkan penanganan pasca panen padi varietas genjah, sebuah langkah krusial dalam menjaga kualitas gabah di tingkat petani. Kamis(08/01/2026). dalam kegiatan ini dihadiri langsung, Dr. Muhammad Fuad Anshori, S.P., M.Si., pakar pertanian dari Unhas, serta didukung penuh oleh Dinas Pertanian Bantaeng yang dikawal langsung oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Nur Reskiyawati, S.P., M.Si. yang bertempat di Uptd Tanaman Pangan desa Biang Keke kec. Pa'jukukang kab. Bantaeng.
Padi genjah memiliki keunggulan pada efisiensi waktu tanam, namun memerlukan penanganan pasca panen yang ekstra teliti. Menurut Dr. Muhammad Fuad Anshori, titik kritis keberhasilan petani terletak pada proses pengeringan."Kita tidak hanya mengejar kuantitas, tapi juga kualitas fisik gabah. Melalui teknik penjemuran yang presisi, kita menjaga agar kadar air mencapai angka ideal tanpa merusak struktur bulir padi. Hal ini sangat menentukan rendemen atau hasil giling saat menjadi beras," jelas Dr. Fuad.
Selain teknik pengeringan, Dr. Fuad juga menekankan pentingnya penimbangan presisi. Penggunaan alat ukur yang akurat bertujuan untuk memastikan data produksi yang valid serta menjamin keadilan transaksi bagi petani saat menjual hasil panennya ke mitra atau tengkulak suatu saat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Bantaeng, Nur Reskiyawati, S.P., M.Si., menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah jawaban atas tantangan lapangan yang dihadapi petani lokal. Menurutnya, edukasi mengenai penjemuran dan penimbangan seringkali dianggap remeh, padahal dampaknya sangat besar terhadap pendapatan petani.Kehadiran tim ahli dari Unhas sangat membantu kami dalam memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani. Kami di Dinas Pertanian ingin memastikan bahwa padi genjah yang dipanen petani Bantaeng memiliki daya saing tinggi di pasar. Akurasi dalam penimbangan dan kualitas jemur adalah kunci agar harga di tingkat petani tidak jatuh," pungkas Nur Reskiyawati.
Sinergi ini merupakan wujud nyata penerapan riset kampus dalam kebijakan pembangunan daerah. Dengan adanya standardisasi penjemuran dan penimbangan, Kabupaten Bantaeng diharapkan mampu meminimalisir angka kehilangan hasil (post-harvest losses) yang selama ini menjadi kendala nasional Sebagai wujud dari swasembada Pangan Nasional.