Bantaeng, Rabu 25 Maret 2026 — Kegiatan pemeriksaan penangkaran perbenihan tanaman pangan pada fase vegetatif dilaksanakan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Lamalaka dengan luas areal ±1,5 hektare. Pada lokasi tersebut, petani menangkarkan varietas padi Membramo sebagai bagian dari upaya penyediaan benih unggul di daerah.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Petugas Pengawas Benih Tanaman, Yuli Dwiwiyanti, SP., MM dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan. Turut hadir Abdul Karim, S.Pd selaku Kasubag TU UPT Balai Benih Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, bersama staf teknis lapangan Irma Juwita, S.Pt dan Gunawan, SP.
Pemeriksaan dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan terhadap berbagai aspek teknis, di antaranya keseragaman varietas, pertumbuhan tanaman, kondisi lahan, serta potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Berdasarkan hasil monitoring, kondisi tanaman pada fase vegetatif menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, seragam, serta tingkat kesehatan tanaman yang terjaga.
Kegiatan penangkaran benih ini merupakan bentuk kerja sama antara UPT Balai Benih Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng dengan kelompok penangkar, dalam hal ini Poktan Lamalaka. Kerja sama ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan benih bermutu serta meningkatkan kapasitas petani penangkar dalam menghasilkan benih sesuai standar sertifikasi.
Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi hal yang wajib dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, guna memastikan seluruh tahapan penangkaran berjalan sesuai ketentuan teknis yang berlaku serta menjaga mutu benih yang dihasilkan tetap terjamin.
Melalui kegiatan ini diharapkan benih yang dihasilkan dapat memenuhi standar sertifikasi, sehingga mampu mendukung peningkatan produksi padi serta memperkuat ketersediaan benih unggul di Kabupaten Bantaeng. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan kepada petani dalam menerapkan teknik budidaya yang baik, tepat, dan sesuai anjuran.