Bantaeng, 3 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pengembangan perbenihan. Hal ini terlihat dalam kegiatan presentasi potensi perbenihan tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan yang dilaksanakan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bantaeng, Jumat (03/04/2026).
Kegiatan tersebut dipresentasikan langsung di hadapan Bupati Bantaeng, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin, M.I.Kom, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Mahyuddin, S.STP, M.AP, Plt. Kepala Bappeda, Kepala Bidang Anggaran BPKD Kabupaten Bantaeng, serta seluruh Kepala Bidang lingkup Dinas Pertanian. Turut hadir tenaga teknis UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura serta perwakilan petani, termasuk Petani Padi Alami Rappoa.
Dalam kegiatan tersebut, potensi perbenihan tanaman pangan dipaparkan oleh Kasubag TU UPT Balai Benih Tanaman Pangan, Abdul Karim, S.Pd. Ia menjelaskan peluang besar Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan kemandirian benih, khususnya untuk komoditas strategis (Padi).
Sementara itu, perbenihan hortikultura dipaparkan oleh tenaga laboratorium kultur jaringan UPT Balai Benih Hortikultura, Sudirman, SP, yang menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi benih unggul (Kentang Kultur Jaringan).
Selain itu, pengembangan perbenihan tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan dinilai berkontribusi langsung terhadap dukungan visi dan misi Kabupaten Bantaeng, khususnya pada misi pertama yaitu perbenihan berbasis teknologi. Hal ini menjadi landasan penting dalam mendorong modernisasi sektor pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja seluruh UPT lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, khususnya dalam upaya percepatan transformasi menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Menurutnya, langkah ini sangat strategis untuk mewujudkan kemandirian benih di Kabupaten Bantaeng, sehingga mampu memenuhi kebutuhan benih secara menyeluruh di daerah sendiri.
Selain itu, Bupati juga memberikan arahan agar pengembangan perbenihan tidak hanya berfokus pada kemandirian daerah, tetapi juga mampu menjadi sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui pengelolaan yang profesional dan berbasis BLUD, sektor perbenihan diharapkan dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan, baik melalui penjualan benih unggul, kerja sama antar daerah, maupun potensi ekspor.
“Ke depan, kita harapkan Kabupaten Bantaeng tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan benih secara lokal, tetapi juga bisa menjangkau daerah tetangga bahkan hingga ekspor ke luar Sulawesi Selatan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD daerah,” ujar Bupati.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, UPT, dan petani dalam mengembangkan sektor perbenihan. Dengan dukungan kebijakan, inovasi teknologi, serta arah pembangunan yang selaras dengan visi daerah, Kabupaten Bantaeng diharapkan mampu menjadi sentra benih unggul berbasis teknologi yang berdaya saing tinggi.