BANTAENG β Upaya Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian terus dipacu. Terbaru, tim gabungan yang terdiri dari Tenaga Ahli Pertanian, jajaran Dinas Pertanian, akademisi, hingga pengawas benih melakukan kunjungan lapangan secara maraton di 8 titik kelompok tani calon lokasi penangkaran padi di wilayah Bantaeng, jum'at 08 Mei 2026.Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan, teknis budidaya, serta kelayakan lokasi agar mampu menghasilkan benih padi berkualitas tinggi secara mandiri bagi petani lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan varietas dan regulasi perbenihan, antara lain:
-β Hj. Maemunah, SP (Tenaga Ahli Pertanian)
- βNur Reskiyawati, SP, M.Si (Kepala Bidang Tanaman Pangan)
- βDr. Muhammad Fuad Anshori, SP., M.Si (Akademisi Universitas Hasanuddin)
- βYuli Dwiwiyanti, SP, MM (Pengawas Benih Tanaman)
Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan dialog intensif dengan para ketua kelompok tani. Beberapa aspek krusial yang menjadi fokus utama meliputi:
- βStandarisasi Lahan: Memastikan isolasi jarak dan isolasi waktu terpenuhi agar tidak terjadi pencampuran varietas.
- βDukungan Teknologi: Dr. Muhammad Fuad Anshori dari Unhas memberikan masukan mengenai aplikasi teknologi pemuliaan dan manajemen nutrisi tanaman agar benih yang dihasilkan memiliki daya tumbuh yang optimal.
- βLegalitas dan Sertifikasi: Yuli Dwiwiyanti selaku Pengawas Benih menekankan pentingnya kepatuhan terhadap alur sertifikasi benih agar hasil panen nantinya diakui secara resmi sebagai benih bermutu.
β"Kita ingin Bantaeng tidak hanya menjadi konsumen benih, tapi produsen. Dengan sinergi antara ahli, akademisi, dan dinas, kita pastikan 8 titik ini menjadi motor penggerak kemandirian pangan di daerah kita," ujar Hj. Maemunah di sela-sela kunjungan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Nur Reskiyawati, menambahkan bahwa pemilihan 8 titik ini didasarkan pada potensi geografis dan komitmen kelompok tani yang kuat. Diharapkan, hasil dari penangkaran ini dapat menekan biaya produksi petani karena ketersediaan benih yang lebih dekat dan terjamin kualitasnya.
βKunjungan ini diakhiri dengan evaluasi teknis yang akan menjadi dasar pemberian pendampingan berkelanjutan bagi para petani penangkar di Kabupaten Bantaeng.