BANTAENG – Langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan penyediaan benih bermutu secara mandiri kembali ditunjukkan di Kabupaten Bantaeng. Bertempat di Desa Nipa-Nipa, Kecamatan Pajukukang, Kelompok Tani Nipa-Nipa Mandiri melaksanakan gerakan tanam padi bersama untuk kawasan penangkaran benih. Kamis 21/05/2026.Tidak tanggung-tanggung, dalam penangkaran kali ini, ada 5 varietas unggul baru (VUB) berpotensi hasil tinggi dan berumur genjah yang ditanam secara serentak. Kelima varietas tersebut adalah Cakrabuana, Padjadjaran, IPB 12S, IPB 15S, dan Bioprima. Langkah ini diambil untuk menguji adaptabilitas varietas tersebut sekaligus menjadikannya sumber benih resmi bagi petani lokal.
Proses penanaman yang berlangsung semi-mekanis dan terjadwal ini mendapat pengawalan ketat secara teknis dari Hj. Maemunah, SP selaku Tenaga Ahli Pertanian. Selain itu, jalannya penanaman juga didampingi langsung oleh sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilayah Kerja Kecamatan Pajukukang yang turun langsung ke sawah bersama para petani.
"Kehadiran teman-teman PPL di lapangan sangat krusial untuk memastikan dan penataan blok antar-varietas berjalan sesuai standar sertifikasi penangkaran. Penanganan varietas genjah seperti Cakrabuana atau varietas khusus seperti IPB dan Bioprima membutuhkan ketelitian tinggi sejak hari pertama tanam," ungkap Hj. Maemunah, SP.
Para PPL Pajukukang yang hadir berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan berkala (monitoring) bersama kelompok tani, mulai dari fase vegetatif, pemupukan berimbang, hingga proses rogueing (pencabutan tanaman campuran) menjelang panen nanti.
Gerakan tanam di kawasan penangkaran Desa Nipa-Nipa ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng. Kepala Bidang Tanaman Pangan, Nur Reskiyawati, SP, M.Si, yang memantau langsung jalannya kegiatan, menegaskan bahwa Pemkab Bantaeng terus mendorong lahirnya pusat-pusat penangkaran benih berbasis kelompok tani di tiap kecamatan.
"Kami sangat bangga dengan konsistensi Kelompok Tani Nipa-Nipa Mandiri. Menanam 5 varietas unggul sekaligus seperti Cakrabuana hingga Bioprima adalah langkah berani untuk menjawab tantangan perubahan iklim. Dinas Pertanian melalui Bidang Tanaman Pangan bersama instansi terkait akan mengawal penuh proses ini hingga terbit sertifikasi resmi, sehingga Bantaeng tidak perlu lagi mendatangkan benih dari luar," tegas Nur Reskiyawati.
Kerja sama kolektif antara petani, PPL, tenaga ahli, dan dinas terkait ini diharapkan mampu melahirkan benih berkualitas tinggi yang adaptif dengan spesifik lokasi di Pajukukang. Berikut adalah gambaran singkat keunggulan varietas yang ditanam:
- Cakrabuana & Padjadjaran: Varietas padi super genjah yang memiliki umur sangat pendek (cepat panen), sangat efektif untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP).
- IPB 12S & IPB 15S: Galur padi unggul rakitan IPB yang terkenal dengan produktivitas tinggi, tekstur nasi yang disukai pasar, serta arsitektur malai yang lebat.
- Bioprima: Varietas yang memiliki daya tahan prima terhadap serangan hama penyakit endemik serta tangguh di berbagai kondisi lahan.
Melalui kekompakan Kelompok Tani Nipa-Nipa Mandiri, bimbingan teknis Hj. Maemunah, SP, dedikasi para PPL Pajukukang di lapangan, serta kebijakan strategis dari Nur Reskiyawati, SP, M.Si, Desa Nipa-Nipa kini optimis menatap swasembada benih padi di masa depan.